Rosul menjadikan kejujuran sebagai pondasi. kejujuran sebagai modal utama seseorang, yakin bahwa Allah Maha Memperhatikan, Allah Maha Teliti apa yang kita lakukan. Allah Maha Dekat.
Walaupun bohong ada yang diperbolehkan, misalnya dalam peran (acting), untuk membela kebenaran.
Rosul bersih dari sikap munafik.
Inilah modal kita, seseorang yang jujur akan nyaman, orang yang berbuat bohong akan:
1. menderita / tak nyaman
2. takut diketahui oleh orang lain
Orang percaya karena Allah belum membeberkan siapa sebenarnya ia, jika seseorang dikenal sebagai pembohong, kalaupun dia benar, maka sulit sekali dia dianggap benar.
Menjadi sangat tidak nyaman bergaul dengan orang yang tidak jujur, karena kita tidak tahu kapan ia benar atau bohong, orang terus menerus akan curiga.
Marilah kita tanamkan pada diri kita menjadi orang jujur, karena Allah menyukai kejujuran, kita akan nyaman dengan kejujuran, karena bukan karena orang lain terpesona, barang dagangan laku, tapi karena itulah yang disukai Allah, semata mata karena Lillahi ta'ala.
Kita tidak menggadaikan kejujuran, istiqomah dalam kejujuran, kejujuran sebagai ibadah, Lillahi ta'ala, sebagai taqarrub pada yang kuasa.
Ada pertanyaan dari penelpon:
Sahabat MQ (T): bagaimana tetap pada suara hati? tidak pada suara nafsu?
Aa Gym (J) : Tujuan keinginan kita untuk dekat dan disukai Allah. Kalau kejadian tersebut sudah lewat, maka bertobatlah. Hati ini selalu menjerit bila ita tidak berbuat dosa dan tidak jujur sehingga kita tobat, minta ampun semoga suara hati kita terdengar, sehingga sikap kita selalu dekat dengan Allah, mujahadah untuk jujur, bertobat, bisa memperbaiki sikap kita.
telpon masuk lagi, penanya kedua, Ato, seorang tuna daksa, yang tidak punya tangan dan kaki:
T: Mohon di doakan untuk anak saya dan agar ibadahnya lebih baik
J: Anak udah berapa sekarang To?
T: 3
J: yang bungsu umurnya berapa?
T: 3 bulan
J: baik To, terima kasih salam buat mbak kristina dan anak2.
Ato, masuk ke dalam telpon ini karena sudah di atur oleh Allah, dengan
keterbatasan fisik, tangan dan kaki tidak bisa berfungsi, tapi punya istri dan
anak-anak.
Semua sikap kita menjadi pengabdian kita pada Allah, menjadi orang yang selalu
bisa ibadah dan semoga Allah yang mendengar mengundang Ato ke Tanah Sudi. Kalau
Allah mengundang, semua bisa terjadi, disini banyak yang lumpuh, tapi atas izin
Nya, semua mungkin terjadi.
Jumat, 20 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar